Penolong Yang Sepadan
Kejadian 2:18
Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial, yang butuh sesamanya karena manusia diberikan tanggung jawab yang besar yaitu harus memelihara dan mengolah tempat dimana manusia itu diam dan karena tugas tersebut tidak dapat dikerjakannya sendiri. Peran sesama yang diberikan Tuhan kepada manusia, adalah sebagai penolong, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan satu pihak tetapi sama-sama saling membutuhkan. Karena itu setiap orang percaya harus menyadari bahwa kehadirannya di dunia ini adalah sebagai penolong satu dengan yang lain dan hal ini terwujud dalam kerja bersama-sama, saling membantu, saling menopang dan saling melayani.
Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Penolong yang sepadan berarti lambang dari kekuatan yang menyatakan juga bahwa TUHAN sebagai penolong Israel (lihat Maz 33:20). Penolong dalam pengertian perempuan (isteri) sejajar sebagai pendamping yang berinisiatif dan menjadi mitra laki-laki (suami). Kata sepadan mempunyai nilai yang sama; sebanding, seimbang) berarti Adam diciptakan sama uniknya dengan Hawa. Juga menunjukkan fungsi dan tanggung jawab suami istri yang sama besarnya, walaupun secara otoritas suami memegang peranan sebagai kepala dan istri sebagai penolong dimana suami dan istri punya tanggung jawab yang sama dalam menggenapi visi Allah.
Keluarga Kristen, sebagai orang percaya harus mengakui bahwa setiap ciptaan Tuhan memiliki kelebihan dan kekurangannya sehingga kepada setiap orang perlu diberi kesempatan yang sama untuk berkarya baik sebagai pengambil keputusan maupun sebagai pengelola atau pekerja. Dengan demikian tidak akan ada monopoli pekerjaan (peran) dan juga tuntutan akan keseimbangan kerja antara laki-laki dan perempuan. Marilah kita mempraktekkan peran saling menjadi “penolong” satu dengan yang lain yang dimulai dari keluarga kita lebih dahulu. Amin.
Doa: Ya Tuhan, berkatilah keluarga kami yang adalah penolong yang sepadan agar kami tetap hidup takut akan Dikau, dan dijauhkan dari kami sifat yang egois, ingin menang sendiri dan kekerasan. Amin.